Popular Post

Game RPG Eksklusif PS4 Horizon Zero Dawn Segera Dapatkan Update Besar Minggu Depan!

By : Taufiq Jga Vizard
Guerilla Games telah telah mengumumkan bahwa Horizon Zero Dawn akan segera mendapatkan update besar-besaran pada minggu depan. Tentunya update kali ini juga akan membawa konten baru serta sejumlah perbaikan bug yang ada dalam game tersebut.


Bagi kalian yang sangat mengukai fitur photo mode, Guerilla Games akan menghadirkan tiga varian filter baru yang bisa digunakan dalam game Horizon Zero Dawn, keunggulan dari ketiga filter terbaru tersebut diantaranya memungkinkan kalian untuk menampilkan grid atau garis layaknya pada kamera sungguhan, filter lainnya memungkinkan kalian untuk memberikan pose berbeda pada karakter Aloy seperti memilih ekspresi wajah dan membuat Aloy bergaya didepan kamera.

Pada update versi 1.20 ini juga akan terdapat fitur slider yang memungkinkan kalian untuk mengatur sensitifitas arah kamera, terdapat ikon filter pada Map legend, penambahan pilihan kostumisasi HUD (seperti menghilangkan stats musuh, quest markers dan tutorial tips).


Tag : ,

CPY Membuktikan Kembali Bisa Membobol Denuvo Terbaru Lewat Update Terbaru Mass Effect: Andromeda

By : Taufiq Jga Vizard
Sebelumnya CPY mengeluarkan sebuah petunjuk "CduA0TULnow", sebuah kode yang mengarah ke YouTube yang menampilkan video musik dari seorang penyanyi terkenal Britney Spears - Oops I Did It Again. 



Setelah berbagai spekulasi yang menganggap CPY akan langsung membobol Just Dance 2017 ataupun NieR: Automata bahkan tiga game sekaligus, ternyata semua spekulasi itu salah. CPY telah merilis NFO terbaru yang mengungkap bahwa korban mereka selanjutnya adalah update terbaru Mass Effect: Andromeda yang sudah menggunakan Denuvo V4.

Sebetulnya dalam hal ini tidak ada yang istimewa, tapi ini sebagai bukti bahwa CPY sekali lagi mampu untuk menembus anti-tamper Denuvo versi terbaru. Hal ini akan menjadi terbukanya pintu bahwa game terbaru seperti NieR: Automata dan Dead Rising 4 juga kemungkinan bisa ditembus oleh cracker asal Italia, CPY. Tampaknya pertarungan antara CPY dan Denuvo masih akan terus berlanjut.



Tag : ,

Organisasi File Sequential

By : Taufiq Jga Vizard
Organisasi File Sequential adalah suatu cara atau teknik untuk menyimpan dan mengorganisasikan record-record dalam sebuah berkas. Organisasi sequential merupakan proses dalam sistem berkas yang mengakses data secara berurut.



Setiap record pada file sequensial memiliki jumlah atribut, nama atribut, urutan atribut, tipe dan panjang field atribut yang sama. Record-record pada file sequensial diurutkan berdasarkan key tertentu. Key adalah identifikasi unik dari record yang digunakan untuk membedakan satu record dengan record lainnya. Dengan adanya key, maka bisa dilakukan proses pengurutan yang mengakibatkan waktu akses yang semakin cepat.

Karakteristik File Sequential

Atribut-atribut data dikategorikan. Record berisi semua nilai data atribut dengan urutan dan posisi yang sama.
Record-record data terurut dalam satu aturan/kriteria tertentu.
Nama atribut tidak perlu ditulis di tiap record.
Setiap record mempunyai data atribut dalam urutan yang sama.

Komponen File Sequential

-Komponen file sekuensial terdiri dari:
-Master File (file utama atau file data)
-File transaction log berstruktur pile
Pada file sekuensial, data yang tersimpan dalam file utama, merupakan data yang sudah terurut. Sedangkan file transaksi pada file sekuensial merupakan data yang belum terurut.


Konsep Penting File Sequential

Penentuan urutan record digunakan “kunci” record, yaitu atribut kunci.
“Kunci” berupa satu atribut atau lebih. (kunci harus unik).
Record-record dikelola/dijaga berdasar atribut-atribut kunci.


Struktur dan Pengaksesan

Struktur
Satu deskripsi tunggal diterapkan ke semua record di file sekuen. Semua record identik. Jika terdapat penambahan atribut baru ke record, seluruh file harus di reorganisasi, yaitu: setiap record ditulis ulang dengan ruang kosong (space) untuk item data baru. Bentuk record tetap (fixed record) mempermudah pengaksesan.
Implementasi
Sebutan file sekuen adalah bila file memenuhi kriteria file sekuen, yaitu record-record data diurut dalam satu sekuen/aturan tertentu. Terdapat dua implementasi utama file sekuen, yaitu :
Record-record di link satu dengan lainnya seperti linked-list secara terurut.
Record-record di simpan terurut secara fisik. Implementasi ini meminimalkan pengaksesan blok sehingga meningkatkan kinerja pengaksesan sekuen. Pada analisis, implementasi yang digunakan.
Penyisipan
Penyisipan dilakukan di file pile, disebut file log transaksi (transaction log file) atau file overflow. Penyisipan di file log dilakukan sampai ukuran file pile berukuran besar. Pembaruan secara batch dilakukan saat reorganisasi file. Batch (proses mengolah data dengan menghimpunnya terlebih dahulu kemudian mengatur dan mengelompokkannya ke dalam kelompok-kelompok yang disebut batch atau bisa diartikan suatu proses yang dilakukan secara group dan kelompok). Contoh File ada kalau didukung file lain, file nilai, ada dosen, mahasiswa, dan lain-lain.

Mekanisme Reorganisasi
File log transaksi diurut (sort) berdasar atribut kunci. Dilakukan penggabungan (file utama dan file log transaksi yang terurut) menjadi file sekuen baru.

Analisis Kinerja File Sequential
Ukuran Record (R)
R= a.V
Keterangan:
a : jumlah atribut  (field) pada satu record
V : panjang rata-rata nilai atribut (byte)

Waktu Pengambilan Record Tertentu (TF)
Pencarian menggunakan atribut non-kunci
Belum ada file log
TF  =  ½ waktu pencarian blok
TF  =  ½ b.(B/t`) = ½ n.(R/t`)
Keterangan:
b = jumlah blok
b = n/Bfr
Sudah ada file log
TFO =  ½ o.R/t`
TF    =  ½ (n+o)R/t`


Pencarian menggunakan atribut kunci (pencariaan biner)
Belum berbentuk log
TF = 2log (b)(s+r+btt+c)
TF = 2log (n/bfr)(s+r+btt+c)

Sudah berbentuk log
TF = 2log (n/bfr)(s+r+btt+c) TFO
TF = 2log (n/bfr)(s+r+btt+c)+1/2 O (R/f ')

Keterangan :
c = waktu untuk pemrosesan blok

Waktu Pengambilan Record Berikutnya (TN)
TN = waktu transfer 1 blok × peluang ditemukannya record dalam blok yang sama
TN = btt / Bfr

Waktu Penyisipan Record Baru (TI)
Cari, geser, sisip
TI = TF + ½ (n/Bfr)(btt/TRW)
Memakai log file
TI = s + 3r + TRW + (TY / o)
Waktu Pembaruan Record (TU)
Bukan kunci
TU = TF + TRW
Terhadap kunci: cari record, hapus record, sisipkan record
TU = TF (main) + TI (file log)

Waktu Pembacaan Seluruh Record (TX)
TX = Tsort (o) + (n+o)(R/t’)

Waktu Reorganisasi File (TY)
TY = Tsort (o) + nold (R/t’) + o (R/t’) + nnew (R/t’)
TY = Tsort(o) + 2(n+o)(R/t’)


Contoh Soal Latihan
Diketahui struktur file sequen:
Parameter harddisk
Putaran disk  = 8000 rpm
Seek time      = 5 ms
Transfer rate  = 2048 byte/ms
Waktu untuk pembacaan dan penulisan = 2 ms

Parameter penyimpanan
Metode blocking : fixed blocking
Ukuran blok    = 4096 byte
Ukuran pointer blok   = 8 byte
Ukuran interblock gap = 1024 byte

Parameter file
Jumlah rekord di file = 100.000 rekord
Jumlah field = 8 field
Jumlah nilai = 25 byte

Parameter reorganisasi
File log transaksi = 0 rekord

Parameter pemrosesan
Waktu untuk pemrosesan blok = 2 ms

Hitung
R, TF, TN, TI, TU, TX, TY



Gara-Gara Serang Xbox Live, Remaja Ini Masuk Penjara 2 Tahun

By : Taufiq Jga Vizard
Adam Mudd masih berusia 16 saat membuat Titanium Stresser.(Doc: BBC)

Seorang remaja di Inggris diganjar dua tahun penjara karena membuat sebuah program yang menyebabkan 1,7 juta serangan terhadap Xbox Live, Minecraft, dan TeamSpeak.
Tiga tahun lalu hacker muda bernama Adam Mudd itu membuat sebuah program yang diberi nama Titanium Stresser. Saat itu dia berumur 16 tahun.

Dia pun menjual program buatannya ke penjahat siber seharga Rp 6,5 miliar. Demikian dikutip dari laman The Guardian, Rabu (26/4/2017).
Mudd, yang kini sudah berusia 20 tahun mengaku bersalah atas dakwaan yang ditujukan kepadanya. Ben Cooper selaku penasihat hukum Mudd mengatakan, "Mudd terseret dan 'tersesat' di dunia gim online usai menarik diri dari sekolah karena dirisak teman-temannya."
Sekadar informasi, Mudd telah melakukan 594 serangan DDoS terhadap 181 alamat protokol internet mulai dari Desember 2013 hingga Maret 2015.


Dalam aksinya, ia juga sempat menargetkan 25 ribu serangan terhadap server Runscape. Untuk mengantisipasinya, penerbit gim ini terpaksa harus menghabiskan uang sekitar Rp 102 miliar untuk mencegah serangannya.


Tag : ,

Organisasi File Pile

By : Taufiq Jga Vizard

Organisasi file pile adalah suatu teknik atau metode yang digunakan unuk menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah file. File pile atau disebut dengan file tumpukan merupakan salah satu struktur dasar dari struktur file. Record-record pada pile dikumpulkan berdasarkan kedatangannya. Panjang record dalam suatu pile tidak harus tetap dan tidak diperlukan atribut atribut yang sama untuk setiap record.

Penggunaan Pile 
File pile merupakan struktur dasar dan tak terstruktur. Struktur ini memberikan fleksibiltas penuh. Struktur ini menggunakan ruang penyimpanan dengan baik saat data berukuran dan berstruktur beragam. Struktur ini tidak bagus untuk pencarian record tertentu. 
Penggunaan file pile: 
- File-file system 
- File log (mencatat kegiatan) 
- File-file penelitian / medis 
- File teks 

Kinerja Pile 
Ukuran Record 
Kepadatan pile dipengaruhi dua faktor, yaitu: 
1. Perlu penyimpanan nama-nama atribut dan lainnya. 
2. Data yang tidak ada tidak perlu dipertimbangkan sama sekali. 
Rumus : R = a' (A+V+2) 
dimana: 
- a' = rata-rata jumlah atribut 
- A = ukuran rata-rata atribut (field) 
- V = ukuran rata rata nilai 
- 2 = nilai separator/konstanta untuk pemisah antar field dan antar record 
Waktu Pengambilan Record Tertentu (TF) 
Waktu untuk menemukan lokasi record pada pile adalah lama, karena semua record harus ditelusuri sampai menemukan lokasi satu item data. Pencarian data harus diakukan secara serial dimana setiap blok dibaca satu persatu sampai record yang dicari ditemukan. 
Rumus : TF = 1/2n (R/t') 
Dimana: 
n = Jumlah Record 
R = Ukuran Record 
t’ = bulk transfer time 
Catatan: 
Bulk transfer time digunakan karena membaca file secara sekuen dari titik awal, melewati gap-gap dan batas-batas silinder sampai menemukan blok berisi record yang diinginkan 

Waktu Pengambilan Record Berikutnya 
Karena tidak ada pengurutan record pada pile, maka record penerus (successor record) berdasarkan kriteria tertentu dapat berada di sembarang lokasi. Karena posisinya tidak diketahui, menemukan record penerus sama dengan record tertentu. 
Next record (TN) adalah TN =TF 

Waktu Penyisipan Record (TI) 
Penyisipan record dilakukan di akhir file. 
Mekanisme penyisipan record adalah: 
1. Cari akhir file (EOF=End-of-File), diperlukan waktu sebesar seek time (s) 
2. Cari sector yang tepat, diperlukan waktu sebesar rotational latency (r) 
3. Lakukan transfer data, diperlukan waktu sebesar btt 
4. Read/Write blok data, diperlukan waktu sebesar TRW

Rumus Insert Record adalah 
TI = s + r + btt + TRW 

Waktu Pembaruan Record (TU) 
1. Mencari posisi record yang diperbarui. 
2. Memeriksa apakah ukuran tempat record masih memenuhi syarat yaitu: 
· Bila ukuran record baru < record lama, maka dilakukan penimpaan record (dilakukan penghapusan dan dituliskan di tempat itu). 
· Bila ukuran record baru = record lama, maka dilakukan penimpaan record (dilakukan penghapusan dan dituliskan di tempat itu). 
· Bila ukuran record baru > record lama, maka dilakukan penghapusan dan penyisipan record baru di akhir file. 
Terdapat dua kasus, yaitu: 
Hanya dilakukan penimpaan, tanpa penyisipan di akhir file. 
Dilakukan penandaan hapus dan penyisipan di akhir file. 

Hanya dilakukan penimpaan, tanpa penyisipan di akhir file 
Rumus : TU = TF + TRW 

Dilakukan penandaan hapus dan penyisipan di akhir file 
Rumus : TU = TF + TRW + TI 

Waktu Pembacaan Seluruh Record (TX) 
Mekanisme pembacaan seluruh record pada file pile dilakukan secara sekuensial yaitu : dibaca secara terurut dari record awal sampai record 
yang terakhir. 
Rumus : TX = 2 TF = n (R/t’) 

Waktu Reorganisasi File (TY) 
Jika pembaruan (update) pile dilakukan dengan penandaan, maka perlu penghilangan record-record tak valid secara periodik sehingga file menjadi ringkas dan mempercepat operasi akses/ pengambilan. 
Reorganisasi dilakukan dengan pengkopian file dengan mengecualikan record-record yang ditandai sebagai dihapus dan memblocking kembali record-record. 
Rumus : TY = (n+o) (R/t’) + (n+o-d) (R/t’) 
o = n insert 
d = n delete

Contoh Soal
Soal 1


Soal 2 





Media Penyimpanan

By : Taufiq Jga Vizard

Media penyimpanan adalah media yang digunakan dengan fungsi untuk menyimpan berbagai macam data digital yang tersedia pada perangkat komputer dengan waktu tertentu sehingga dapat dibaca dan dibuka kembali untuk diproses ulang pada perangkat.

Media penyimpanan dibagi menjadi 2, yaitu: 
1. Primary Memory (Primary Storage/Internal Storage) 
Primary memory adalah memori pada komputer yang merujuk pada RAM (Random Access Memory) dan ROM (Read Only Memory) sebagian besar alokasinya adalah pada RAM. 
Ada 4 bagian didalam primary storage, yaitu :
1. Input Storage Area: Untuk menampung data yang dibaca
2. Program Storage Area : Penyimpanan instruksi-instruksi untuk pengolahan
3. Working Storage Area : Tempat dimana pemrosesan data dilakukan.
4. Output Storage Area: Penyimpanan informasi yang telah diolah untuk sementara waktu sebelum disalurkan ke alat-alat output 
Ciri-ciri primary memory: 
· kecepatan akses yang lebih tinggi 
· Kapasitas terbatas/ kecil 
· Dapat diakses langsung oleh CPU 
· Harga mahal 
· Memori utama 

2. Secondary memory (Secondary Storage/External Storage) 
Memory sekunder berfungsi sebagai media penyimpanan data karena sifatnya yang non volatile atau tidak terpengaruh oleh ada tidaknya sumber listrik. 
Contoh: Hardisk, Floppy Disk dll. 
Memori eksternal mempunyai dua tujuan utama yaitu sebagai penyimpan permanen untuk membantu fungsi RAM dan yang untuk mendapatkan memori murah yang berkapasitas tinggi bagi penggunaan jangka panjang. 

Hirarki Memori 
Hirarki memori adlalah sebuah pedoman yang dilakukan oleh para perancang demi menyetarakan kapasitas, waktu akses, dan harga memori untuk tiap bitnya. Secara umum, hierarki memori terdapat dua macam yakni hierarki memori tradisional dan hierarki memori kontemporer. 


Hirarki Memori

Peningkatan waktu akses (access time) memori (semakin ke bawah semakin lambat, semakin ke atas semakin cepat)
Peningkatan kapasitas (semakin ke bawah semakin besar, semakin ke atas semakin kecil)
Peningkatan jarak dengan prosesor (semakin ke bawah semakin jauh, semakin ke atas semakin dekat)
Penurunan harga memori tiap bitnya (semakin ke bawah semakin semakin murah, semakin ke atas semakin mahal) 

Magnetic Tape 
Representasi data dan density pada magnetic tape 
Data direkam secara digit pada media ini sebagai titik-titik magnetisasi pada lapisan ferroksida. Magnetisasi positif menyatakan 1 bit, sedangkan magnetisasi negatif menyatakan 0 bit atau sebaliknya. Tape terdiri atas 9 track, 8 track dipakai untuk merekam data dan track yang ke 9 untuk koreksi kesalahan. Salah satu karakteristik yang penting dari pita magnetic ini adalah density (kepadatan) dimana data disimpan. Density adalah fungsi dari media tape dan drive yang digunakan untuk merekam data ke media tadi. Satuan yang digunakan density adalah bytes per inch (bpi). Umumnya density dari tape adalah 1600 bpi dan 6250 bpi. (bpi ekivalen dengan charakter per inch) 

Parity dan error control pada magnetic tape 
Salah satu teknik untuk memeriksa kesalahan pada pita magnetik adalah dengan parity check. Jenis-jenis Parity Check adalah : 
1. ODD PARITY (Parity Ganjil) 
Jika data direkam dengan menggunakan odd parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah ganjil. Jika jumlah 1 bitnya sudah ganjil, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih genap maka parity bitnya adalah 1 bit. 
2. EVEN PARITY (Parity Genap) 
Bila kita merekam data dengan menggunakan even parity, maka jumlah 1 bit yang merepresentasikan suatu karakter adalah genap jika jumlah 1 bitnya sudah genap, maka parity bit yang terletak pada track ke 9 adalah 0 bit, akan tetapi jika jumlah 1 bitnya masih ganjil maka parity bitnya adalah 1 bit. 

Sistem block pada magnetic tape: 
Data yang dibaca dari atau ditulis ke tape dalam suatu grup karakter disebut block. Suatu block adalah jumlah terkecil dari data yang dapat ditransfer antara secondary memory dan primary memory pada saat akses. Sebuah block dapat terdiri dari satu atau lebih record. Sebuah block dapat merupakan physical record. 
Diantara 2 block terdapat ruang yang kita sebut sebagai gap (inter block gap). 

Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic tape: 
Keuntungan: 
- Panjang record tidak terbatas. 
- Density data tinggi. 
- Volume penyimpanan datanya besar dan harganya murah. 
- Kecepatan transfer data tinggi. 
- Sangat efisiensi bila semua atau kebanyakan record dari sebuah tape file memerlukan pemrosesan seluruhnya 
Kekurangan (keterbatasan): 
- Akses langsung terhadap record lambat 
- Masalah lingkungan 
- Memerlukan penafsiran terhadap mesin 
- Proses harus sequential 

Magnetic Disk 
Karakteristik secara fisik pada magnetic disk 
Terdiri dari beberapa tumpukan piringan alumunium. Dalam sebuah pack/tumpukan umumnya terdiri dari 11 piringan, setiap piringan diameternya 14 inch (8 inch pada minidisk) dan menyerupai piringan hitam. Permukaannya dilapisi dengan metal oxide film yang mengandung magnetisasi seperti pada magnetic tape. Banyaknya track pada piringan menunjukkan karakteristik penyimpanan pada lapisan permukaan, kapasitas disk drive dan mekanisme akses. Disk mempunyai 200-800 track per permukaan (banyaknya track pada piringan adalah tetap). Pada disk pack yang terdiri dari 11 piringan mempunyai 20 permukaan untuk menyimpan data. 
Kedua sisi dari setiap piringan digunakan untuk menyimpan data, kecuali pada permukaan yang paling atas dan paling bawah tidak digunakan untuk menyimpan data, karena pada bagian tersebut lebih mudah terkena kotoran/debu daripada permukaan yang didalam juga arm pada permukaan luar hanya dapat mengakses separuh data. Untuk mengakses, disk pack disusun pada disk drive yang didalamnya mempunyai sebuah controller, access arm, read/write head dan mekanisme untuk rotasi pack. Ada disk drive yang dibuat built-in dengan disk pack, sehingga disk pack ini tidak dapat dipindahkan yang disebut non removable, sedangkan disk pack yang dapat dipindahkan disebut removable. 

Representasi data dan pengalamatan 
Metode pengalamatan dalam magnetic disk ada dua yaitu metode silinder dan metode sektor, penjelasannya sebagai berikut : 
1. Metode Silinder 
Metode silinder merupakan Pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. Jadi bila suatu disk pack dengan 200 track per permukaan, maka mempunyai 200 silinder. Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan. Jika ada 11 piringan maka nomor permukaannya dari 0 – 19 atau dari 1 – 20. Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan. 
2. Metode Sektor 
Metode sektor, Setiap track dari pack dibagi kedalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor, nomor track, nomor permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan record terletak pada track yang mana. 
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file. 

Organisasi berkas dan metoda akses pada magnetic disk 
Untuk membentuk suatu berkas didalam magnetic disk bisa dilakukan secara sequential, index sequential, ataupun direct. Sedangkan untuk mengambil suatu data dari berkas yang disimpan dalam disk, bisa dilakukan secara langsung dengan menggunakan direct access method atau dengan sequential access method (secara sequential).

Keuntungan dan keterbatasan penggunaan magnetic disk 
Keuntungan: 
- Akses terhadap suatu record dapat dilakukan secara sequential atau direct. 
- Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses suatu record lebih cepat. 
- Respon time cepat. 
Keterbatasan: 
- Harga lebih mahal. 

Optical Disk 
Pengertian 
Optical disk adalah media penyimpanan data yang menggunakan sinar laser atau gelombang elektromagnetik dalam melakukan pembacaan (reading) dan penulisan (writing) datanya. 
Jenis-jenis Optical Disk 

1. CD-R 


Secara fisik CD-R merupakan jenis cakram padat yang dapat diisi dengan data. CD-R merupakan CD polikarbonat kosong berdiameter 120 mm sama seperti CD ROM.

2. CD-RW


CD-RW merupakan CD yang isinya bisa kita hapus jika diinginkan. CD-RW adalah CD-ROM yang dapat ditulisi kembali. CD-RW menggunakan media berukuran sama dengan CD-R. 

3. DVD-R


DVD-RW merupakan cakram optik yang hanya bisa membaca saja dan dapatmenyimpan data sebesar 4,7GB.

4. DVD-RW


DVD-RW merupakan tipe DVD yang dapat ditulis kembal dan memiliki kapasitas yang sama dengan DVD-R, biasanya 4,7GB. 4. DVD-RW

- Copyright © Belajar Ilmu - Date A Live - Powered by Blogger -